Banyak Yang Tidak Paham Wawasan Kebangsaan

Banyak Yang Tidak Paham Wawasan Kebangsaan

CIMAHI – Masalah wawasan kebangsaan saat ini kondisi banya kurang dipahami oleh sebagia generasi muda. Bahkan, banyak diantara mereka tidak hapal Lagu Indonesia Raya dan Butir-Butir Pancasila.

Melihat fenomena ini, pengamat Pendidikan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, Khaerul Syobari menilai, pendidikan wawasan kebangsaan dikalangan pelajar bisa dikatakan sedang mengalami banyak kemunduran.

“Ada degradasi (penurunan) sehingga sekarang perlu di charge kembali. Wawasan kebangsaan kan sekarang sudah menurun,” katanya, saat dihubungi via telepon, kemarin (26/11).

Dirinya menilai, generasi muda jaman sekarang lebih mudah menerima ideologi dan budaya asing daripada wasasan kebangsaan negeri sendiri. Padahal, ideologi dan budaya asing tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya Indonesia.

Beberapa penyebab merosotnya wawasan kebangsaan lanjut dia, adalah adanya

pengurangan mata pelajaran kewarganegaraan dan tentang akhlak atau agama di sekolah. Terutama, tentang pemahaman pancasila.

Selain itu, perkembangan era digital sangat mempengaruhi penurunan wawasan kebangsaan. Terlebih, pengaruh informasi dunia digital sekaran sudah sangat bebas masuk melalui Gadget yang dipegang generasi muda.

“Pada era keterbukaan dan digital saat ini tentu kita harus dapat menangkap p

erkembangan dan perubahan karakter bangsa,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, perlu kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal kepada generasi muda yang populer disebut generasi milenial. Apalagi, dalam menghadapi serbuan budaya asing yang berlawanan dengan Pancasila.

Selain itu, peran pemerintah harus lebih gencar lagi mengedukasi wawasan kebangsaan. Salah satunya, dengan memaksimalkan mata pelajaran kewarganegaraan dan agama di sekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan,

wawasan kebangsaan pelajar di Kota Cimahi menjadi perhatian khusus pihaknya. Sebab, sejalan dengan pendidikan karakter yang juga tengah digalakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Akan digalakan terus-menerus kepada siswa, sehingga saat dewasa memiliki jiwa nasionalisme,” katanya.

Untuk memperkuat wawasan kebangsaan siswa, kata Dikdik, pihaknya akan memaksimalkannya lewat kegiatan ekstrakulikuler. Selain tentunya lewat pembelajaran di dalam kelas.

“Contoh, kita sekarang sedang merancang program , setiap pagi itu ada proses menaikan bendera Indonesia, dengan menugaskan beberapa siswa,” pungkasnya. (ziz/yan).

 

Sumber :

https://egriechen.info/