LDKS Cetak Siswa Unggul

LDKS Cetak Siswa Unggul

Mencetak siswa berjiwa leadership, SMK Al Basith Tasikmalaya menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa

(LDKS) Selasa-Sabtu (11-15/12). LDKS dilaksanakan di dua tempat yakni di Lingkungan SMK Al Basith Tasikmalaya dan Pantai Pangandaran.

Kepala SMK Al Basith Tasikmalaya Dra Hj Euis Handayani Hidayat menuturkan, LDKS tak sekedar agenda rutin tahunan menjelang pergantian pengurus OSIS, namun menjadi ajang untuk mencetak peserta didik yang memiliki skill dan jiwa kepemimpinan.

“Organisasi menjadi wadah bagi peserta didik mengembangkan diri, karena akan berbeda ketika anak aktif dalam sebuah organisasi dengan anak yang tidak aktif,” tutur Euis kepada Radar, kemarin.

Melalui LDKS ini, sambungnya, diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik

untuk senantiasa menjadi peserta didik yang kreatif, semangat dan berakhlak baik.

Koordinator Kegiatan Romi Romdoni menerangkan pelaksanaan LDKS sengaja diadakan di dua lokasi yakni di sekolah untuk penyampaian materi, serta outbound di Pantai Pangandaran.

Pelaksanaan LDKS di luar sekolah ini memiliki dampak positif, katanya, peserta bisa mengeksplorasi diri dan menyatu dengan alam. Rasa kebersamaan antar warga sekolah pun semakin erat.

Materi yang disampaikan antara lain wawasan organisasi, kepemimpinan dan lain-lain. Hal ini bisa menjadi bekal untuk siswa pengurus OSIS.

Adapun outbound, kata ia, merupakan aplikasi dari materi yang disampaikan di sekolah

. Pada kegiatan ini, siswa menjajal berbagai permainan edukatif dan interaktif sehingga bisa melatih keberanian, kemandirian, skill, kreativitas dan teamwork.

Selama outbound, siswa bisa saling membantu temannya, sehingga timbul rasa kepedulian, rasa empati dan pengorbanan.Mencetak siswa berjiwa leadership, SMK Al Basith Tasikmalaya menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Selasa-Sabtu (11-15/12). LDKS dilaksanakan di dua tempat yakni di Lingkungan SMK Al Basith Tasikmalaya dan Pantai Pangandaran.

Kepala SMK Al Basith Tasikmalaya Dra Hj Euis Handayani Hidayat menuturkan, LDKS tak sekedar agenda rutin tahunan menjelang pergantian pengurus OSIS, namun menjadi ajang untuk mencetak peserta didik yang memiliki skill dan jiwa kepemimpinan.

“Organisasi menjadi wadah bagi peserta didik mengembangkan diri, karena akan berbeda ketika anak aktif dalam sebuah organisasi dengan anak yang tidak aktif,” tutur Euis kepada Radar, kemarin.

Melalui LDKS ini, sambungnya, diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik untuk senantiasa menjadi peserta didik yang kreatif, semangat dan berakhlak baik.

Koordinator Kegiatan Romi Romdoni menerangkan pelaksanaan LDKS sengaja diadakan di dua lokasi yakni di sekolah untuk penyampaian materi, serta outbound di Pantai Pangandaran.

Pelaksanaan LDKS di luar sekolah ini memiliki dampak positif, katanya, peserta bisa mengeksplorasi diri dan menyatu dengan alam. Rasa kebersamaan antar warga sekolah pun semakin erat.

Materi yang disampaikan antara lain wawasan organisasi, kepemimpinan dan lain-lain. Hal ini bisa menjadi bekal untuk siswa pengurus OSIS.

Adapun outbound, kata ia, merupakan aplikasi dari materi yang disampaikan di sekolah. Pada kegiatan ini, siswa menjajal berbagai permainan edukatif dan interaktif sehingga bisa melatih keberanian, kemandirian, skill, kreativitas dan teamwork.

Selama outbound, siswa bisa saling membantu temannya, sehingga timbul rasa kepedulian, rasa empati dan pengorbanan.

 

Sumber :

https://gumroad.com/dosenpendidikan