Luncurkan Beasiswa untuk Anak Putus Sekolah

Luncurkan Beasiswa untuk Anak Putus Sekolah

Untuk meminamalisir anak putus sekolah Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berikan beasiswa

kepada sebanyak 795 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna mengatakan, anggaran beasiswa tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 Kota Cimahi. Dan diberikan langsung kepada siswa secara tunai.

“Pemberian beasiswa ini untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu, khususnya agar di Kota Cimahi tidak ada lagi siswa yang putus sekolah karena faktor ekonomi,” ucap Ajay ketika ditemui keamrin. (27/12).

Dia mengatakan, salah satu persoalan yang klasik untuk meneruskan pendidikan itu

adalah masalah biaya yang mahal. Padahal saat ini untuk tingkat SD dan SMP sudah tidak ada lagi pungutan biaya. “Kita berikan beasiswa kepada 795 siswa, mudah-mudahan bisa dipakai untuk keperluan perlengkapan sekolah,” katanya.

Selain kepada para siswa, pemerintah Kota Cimahi juga memberika sedikit bantuan kepada para guru, pustakawan dan tenaga administrasi non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di SMP.

Ajay mengaku, pemberian tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dari Pemerintah Kota Cimahi untuk meringkankan beban masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan di Kota Cimahi.

“Nominalnya untuk siswa Rp 450 ribu per tahun, intensif guru Rp 500 ribu per bulan,

pustakawan Rp 400 ribu per bulan dan tenaga administrasi sebesar Rp 450 ribu per bulan,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau khusus untuk orang tua siswa, agar beasiswa tersebut digunakan untuk keperluan sekolah demi menunjang pendidikan anak-anaknya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, mengatakan, siswa yang mendapat beasiswa kali ini merupakan siswa kurang mampu yang belum mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Berdasarkan pendataan jumlah siswa yang menerima beasiswa itu seharusnya lebih dari 495, tetapi ada proses verifikasi. Jadi siswa yang sudah mendapat KIP jelas tidak akan kami berikan,” katanya.

 

Sumber :

https://t.me/s/dosenpendidikan