Mengembangkan Keterampilan Membaca Peta

Mengembangkan Keterampilan Membaca Peta

Membaca peta merupakan suatu proses untuk menerjemahkan gambaran yang disajikan pada peta menjadi gambaran nyata di permukaan bumi. Keterampilan membaca peta akan memudahkan setiap orang dalam menerima informasi, terutama informasi dalam bentuk peta. Kegiatan membaca peta, meliputi pemahaman arti simbol beserta klasifikasinya, analisis peta (map analysis) untuk mengetahui maksud dan tujuan pemetaan, serta interpretasi peta (map interpretation) untuk memahami gambaran mengenai pola dan bentuk objek atau suatu fenomena.

  1.    Memahami Informasi dari Unsur-Unsur Peta

Dari unsur-unsur peta, informasi yang dapat diperoleh oleh pembaca peta, di antaranya judul, skala, simbol, dan legenda. Dengan membaca judul peta, pembaca peta dapat mengetahui informasi mengenai wilayah yang dipetakan, tema, dan tahun isi peta. Dengan memperhatikan skala, pembaca peta dapat mengetahui jarak antara objek satu dan objek yang lain serta luas suatu wilayah. Dengan memahami simbol, maka pembaca peta dapat mengetahui isi peta serta berbagai informasi penting di dalamnya. Dengan memperhatikan legenda, pembaca peta dapat memperoleh gambaran mengenai makna simbol yang digunakan.

  1.    Mengukur Jarak yang Berupa Garis Lurus

Berdasarkan skala peta, kita dapat mengetahui jarak sebenarnya antarobjek yang terdapat pada peta. Jarak lurus antara suatu objek dan objek lainnya dapat diketahui dengan mengalikan jarak kedua objek dalam peta dengan penyebut skala peta. Pengukuran jarak lurus merupakan pengukuran jarak secara sederhana, adanya pengaruh faktor lain (misalnya kelokan dan halangan) diabaikan dalam perhitungan. Perhitungan jarak lurus hanya dapat dilakukan terhadap dua buah objek yang terletak pada garis lurus, seperti jalan lurus misalnya. Ketelitian perhitungan jarak garis lurus ditentukan oleh tingkat ketelitian pengukuran dan ketelitian alat yang digunakan dalam pengukuran. Selisih sedikit saja saat pengukuran akan sangat memengaruhi hasil pengukuran karena adanya penyebut skala sebagai pengali.

  1.    Mengukur Jarak yang Berupa Garis Berkelok/Melengkung

Pengukuran jarak lurus relatif mudah dilakukan. Akan tetapi, sebagian besar objek pada peta tidak berada pada ketampakan garis lurus, melainkan berkelok-kelok atau melengkung. Hal ini menjadi tantangan tersendiri ketika melakukan pengukuran. Pengukuran panjang sebenarnya dari suatu objek yang berbentuk kelokan atau lengkungan dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  1. Temukan objek pada peta, misalnya objek sungai atau jalan.
  2.   Bagi objek tersebut menjadi ruas-ruas atau segmen-segmen. Beri nama pada setiap segmen, misalnya A-B-C-D dan seterusnya. Pembagian ruas/segmen tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bentuk garis lurus pada masing-masing segmen, artinya setiap segmen harus diupayakan merupakan garis lurus.
  3.  Letakkan kertas pada salah satu sisi segmen (misalnya A-B), kemudian beri tanda pada kertas sesuai dengan titik A dan titik B.
  4.  Tahan kertas tersebut, kemudian geser kertas menuju huruf B. Putar kertas sehingga sejajar dengan segmen B-C. Setelah itu tandai pada kertas sesuai dengan titik B dan C.
  5. Lakukan hal yang sama pada segmen-segmen selanjutnya.
  6. Setelah diperoleh tanda titik-titik pada masing-masing segmen tersebut, ukurlah panjang setiap segmen dan jumlahkan panjang semua bagian segmen.
  7. Kalikan panjang total dengan penyebut skala peta, maka akan diperoleh panjang sebenarnya.

Selain dengan menggunakan kertas, pengukuran objek yang tidak berbentuk lurus juga dapat dilakukan dengan menggunakan benang. Pengukuran dengan benang lebih mudah dan lebih teliti karena setiap kelokan objek dapat diikuti dengan menggunakan benang. Setelah selesai, benang direntangkan dan diukur panjangnya. Panjang sebenarnya dapat diketahui setelah mengalikan panjang benang dengan penyebut skala peta.


Baca Artikel Lainnya: