Pengangguran Konjungtur (siklis), Struktural, Friksional dan Musiman

Pengangguran Konjungtur

Pengangguran konjungtur (siklis) adalah pengangguran yang berkaitan dengan turunnya kegiatan perekonomian suatu negara. pada masa kegaiatan ekonomi mengalami kemunduran, daya beli masyarakat menurun. akibatnya, barang menumpuk di gudang. perusahaan industri mengurangi kapasitas produksi dan mungkin juga menghentikan kegiatan produksinnya karena barang – barang tidak laku di pasar. oleh karean itu, kapasitas produksi di kurangi, atau bahkan produksi dihentikan. akibatnya, sebagian buruh diberhentikan. pihak lain, pertambahan penduduk tetap berlangsung dan menghasilkan angkatan kerja baru. dengan demikian, tenaga kerja banyak yang tidak dapat bekerja. pada masa resesi, tingkat pengangguran siklis akan semakin meningkat karena dua faktor berikut :

– jumlah orang yang kehilangan pekerjaan terus meningkat.
– dibutuhkan waktu yang lama lagi untuk mendapatkan perkerjaa

Pengangguran Struktural

adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur atau perubahan komposisi perekonomian. perubahan struktur tersebut memerlukan keterampilan baru agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. sebagai contoh, adanya peralihan perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri. peralihan tenaga kerja dari sektor pertanian menjadi tenaga kerja di sektor industri membutuhkan penyesuaian, sehingga tenaga kerja yang berasal dari sektor pertanian harus lebih dahulu di didik.

pengangguran struktural juga dapat terjadikan karena penggunaan alat yang semakin canggih. banyak aktivitas yang pada awalnya di kerjakan oleh banyak tenaga kerja, namun dengan ada peralatan canggih bisa di selesaikan hanya oleh sedikit atau di sektor pertanian mengakibatkan sebagaian buruh tani menganggur

Pengangguran Friksional

adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja. kesulitan – kesulitan temporer ini antara lain adalah waktu yang di perlukan dalam proses pelamaran dan seleksi oleh pemberi kerja. umumnya pemberi kerja selalu mengharapkan kualitas yang tinggi dari calon pencari kerja sehingga membutuhkan waktu menentukan dalam menentukan pilihan. di sisi lain, pelamat biasanya menginginkan perkerjaan yang dapat memberikan fasilitas terbaik. pelamar juga membutuhkan waktu untuk memutuskan pilihan.

pengangguran friksional juga terjadi karena faktor jarak dan kurangnya informasi. pelamar tidak mengetahui dimana ada lowongan dan pengusaha juga tidak mengetahui dimana ada tersedia tenaga kerja yang memenuhi syarat. secara umum, pengangguran friksional tidak dapat dihindari. namun, waktu pengangguran dapat dipersingkat dengan penyediaan informasi kerja yang lengkap.

Pengangguran Musiman

adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. ada waktu yang tak terpakai karena tidak ada pekerjaan dari musim yang satu ke musim lainnya.

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/