RKB Ditambah, Kualitas Guru Menurun

RKB Ditambah, Kualitas Guru Menurun

 Seperti sekolah swasta lainnya yang ada di Indonesia, sejumlah sekolah swasta

di Kota Bekasi saat ini terus mengalami kekurangan jumlah siswa. Penyebabnya, orang tua siswa lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri dengan alasan biaya yang lebih murah.

Sementara itu disisi lain, pemerintah terus menambah ruang kelas baru untuk sekolah negeri. Pengamat Pendidikan Imam Kobul Yahya mengkritisi kebijakan pemerintah daerah (Pemda) yang  selalu menambah Ruang Kelas Baru (RKB). Padahal jumlah penambahan siswa baru sudah signifikan sehingga tidak perlu lagi adanya penambahan ruang kelas untuk sekolah sekolah negri.

Menurutnya,  dengan pertambahan ruang kelas yang baru juga akan berkurangnya

tenaga guru karena jumlah saat ini jumlah guru di kota Bekasi cukup memprihatinkan.  Terlebih lagi saat ini di kota Bekasi kekurangan 6000 lebih guru ASN untuk guru SD dan SMP.

“Masalahnya, dalam empat tahun terakhir belum ada rekrutmen guru PNS. Yang ada hanyalah guru honorer dengan kompetensi rendah. Jadi penambahan ruang kelas baru juga memicu rekrutmen guru honorer.  Akan tetapi Disdik kota Bekasi telah mengajukan ke pemerintah pusat, ” ujar Imam .

Imam juga menambahkan jika mereka yang tidak bisa masuk sekolah negri kan masih bisa masuk ke sekolah terbuka.  Walaupun tidak melakukan efektifitas seperti biasanya sekolah ini masih dianggap sekolah negri seperti di Bantargebang.

“Saat ini jika seluruh sekolah menerapkan kurikulum 2013 maka setiap sekolah di Kota Bekasi

tidak memenuhi syarat.  Karena didalam kurikulum 2013 semua siswa di wajibkan masuk pagi hingga jam 3 sore, ” terangnya.

“Yang seperti kita ketahui saat ini di sekolah Bekasi masih saja ada yang masuk di siang hari.  Berarti sampai saat ini yanh masih memberlakukan sekolah di siang hari masih menggunakan kurikulum KTSP atau 2006. Berarti juga di seluruh kota Bekasi masih ada yang belum menerapkan kurikulum 2013,”lanjutanya.

Kondisi ini bisa juga berdampak pada mutu pendidikan di kota Bekasi. Diakui Imam, jika memang pertambahan ruang kelas juga bisa berdampak pada kualitas dari guru tersebut.”Yang kita takutkan adalah para guru yang mengisi ruang kelas baru itu adalah guru yang tidak memenuhi syarat. Hal tersebut juga dikarena susah merekrut guru PNS, akhirnya direkrutlah guru honorer yang berkompeten atau tidak, ” terusnya.

 

Baca Juga :