Table of Contents

Softskill Riset Akuntansi

Softskill Riset Akuntansi

Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan, dimana pihak penjual menerima uang muka (DP) dan sisanya dibayarkan dalam bentuk pembayaran cicilan selama waktu yang telah disepakati.
Dalam penjualan angsuran terdapat 4 metode yang dapat digunakan perusahaan untuk perhitungan bunga penjualan angsuran, yaitu Metode Sisa Harga Kontrak, Metode Long End Interest, Metode Short End Interest, Metode Anuitas.
Metode yang digunakan perusahaan adalah Metode Sisa Harga Kontrak. Metode ini lebih menguntungkan perusahaan karena pendapatan bunga yang dihasilkan lebih besar daripada menggunakan metode yang lainnya. Hal tersebut disebabkan karena pada metode ini bunga yang dibebankan dihitung dari saldo awal pokok pinjaman setelah dikurangi uang muka,sehingga pembayaran untuk setiap periode akan menghasilkan jumlah yang sama besar.
Metode yang lebih menguntungkan bagi pihak konsumen yaitu Metode Long End Interest karena bunga yang dibayar oleh konsumen dari periode satu ke periode berikutnya semakin kecil sesuai dengan makin kecilnya saldo pinjaman penjualan angsuran tersebut atau Metode Short End Interest yang bunganya dihitung atas dasar akumulasi pembayaran angsuran pokok dari satu periode ke periode lainnya.

Resume (Ringkasan) dari Penulisan Ilmiah tersebut adalah :

Dari beberapa pengertian di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat barang diserahkan kepada pembeli maka penjual menerima pembayaran pertama (down payment) sebagai pembayaran awal dan sisanya akan dibayar dalam beberapa kali angsuran selama jangka waktu tertentu.
Berdasarkan perhitungan pada tabel pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan:
Perhitungan bunga yang digunakan oleh perusahaan (Metode Sisa Harga Kontrak) akan menghasilkan perhitungan pendapatan bunga yang lebih besar dibandingkan dengan metode long end interest, short end interest ataupun anuitas. Hal ini disebabkan oleh:
1. metode long end interest menghitung bunga berdasarkan saldo pokok piutang pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan.
2. metode short end interest bunga dihitung berdasarkan akumulasi pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo (tidak termasuk uang muka) yang dihitung sejak pembayaran angsuran pertama sampai dengan pembayaran angsuran terakhir.
3. metode anuitas bunga dihitung berdasarkan saldo pokok piutang pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan tetapi jumlah pembayarannya setiap bulan tetap atau sama besarnya.
Sedangkan pada metode sisa harga kontrak bunga selama masa pembayaran angsuran dihitung dari harga kontrak awal setelah diperhitungkan dengan uang muka, sehingga bunga yang dibebankan untuk setiap periode sama besarnya.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/